Bab 1 >> Psikologi Pendidikan : Perangkat Untuk Mengajar Secara Efektif

Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang khusus memahami proses belajar dan mengajar dalam lingkungan pendidikan.
– – – – – – – – – –
Terdapat tiga tokoh terkemuka perintis psikologi pendidikan:

  1. William James
    Menurut William James dalam bukunya Talks To Teachers, mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengajar pengetahuan dan pemahaman anak yang sedikit lebih tinggi (Tujuan: memperluas cakrawala pemikiran anak.
  2. John Dewey
    Menurut John Dewey:
    –  anak merupakan active learner.
    –  pendidikan difokuskan seluruhnya pada anak dan memperkuat kemampuan anak untuk dapat beradaptasi
    – semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya
  3. E. L. Thorndike
    Menurut Thorndike, tugas pendidikan adalah menanamkan keahlian penalaran anak.

– – – – – – – – – –
Tujuan psikologi pendidikan adalah memberi pengetahuan yang dapat secara efektif diaplikasikan untuk pengajaran. Sistem pengajaran ini merupakan sebuah seni yang diterapkan guru terhadap muridnya.
– – – – – – – – – –
Dua hal yang harus dimiliki guru agar dapat menguasai beragam perspektif dan strategi, serta mengaplikasikannya secara fleksibel:

  1. Pengetahuan dan Keahlian Profesional
    Guru yang efektif menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran. Guru yang aktif juga harus menetapkan tujuan pengarajan dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka harus tahu bagaimana memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan dengan murid-murid dari beragam latar belakang kultural, serta memahami cara menggunakan teknologi yang tepat.
  2. Komitmen dan Motivasi
    Guru yang efektif harus mempunyai komitmen dan motivasi bagi dirinya sendiri. Mereka harus dapat membawa sikap positif dan semangat ke dalam kelas, yang akhirnya tertular pada murid dan kelas menjadi nyaman.

– – – – – – – – – –
Informasi yang didapat bukan hanya dari pengalaman pribadi orang, tetapi juga dari para pakar atau para ahli, dimana para ahli tersebut mempunyai cara-cara terbaiknya sendiri dalam mengajar. Inilah alasan mengapa pelaksanaan riset itu penting.
– – – – – – – – – –
Riset ilmiah adalah riset objektif, sistematis, dan dapat diuji, berlandaskan metode ilmiah untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan cara merumuskan masalah, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, serta merevisi kesimpulan dan teori riset.
– – – – – – – – – –
Tiga metode dasar untuk mengumpulkan informasi:

  1. Riset Deskriptif, bertujuan untuk mengamati dan mencatat perilaku orang.
    • Observasi, terbagi dua:
      • Observasi alamiah, yaitu observasi di luar laboratorium atau di dunia nyata.
      • Observasi partisipan, yaitu observasi dimana peneliti ikut terlibat sebagai partisipan dalam suatu aktivitas
    • Wawancara dan kuesioner, merupakan cara paling cepat untuk mendapat informasi dari murid dan guru, yang disajikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kekurangannya adalah kebohongan yang terjadi ketika menjawab pertanyaan dari wawancara atau kuesioner.
    • Tes standar, menilai sikap atau keahlian murid dalam level yang berbeda.
    • Studi kasus, merupakan kajian mendalam terhadap individu yang memiliki kehidupan unik dan tidak dapat diduplikasikan.
    • Studi etnografik, fokus pada satu atau kelompok etnis (kultural), yang bertujuan mengkaji sejauh mana sekolah-sekolah melakukan perubahan pendidikan untuk murid minoritas.
  2. Riset Korelasional, bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara dua atau lebih kejadian atau karakteristik (hubungan sebab akibat)
  3. Riset Eksperimental, dapat menentukan sebab-sebab perilaku dengan melakukan eksperimen berdasarkan prosedur yang telah diatur.
  4. Rentang Waktu Riset, dibagi dua:
    • Riset cross-sectional, mempelajari sekelompok orang pada suatu waktu
    • Riset longitudinal, mempelajari individu-individu yang sama selama periode waktu tertentu

– – – – – – – – – –

Pembahasan riset dapat dilakukan dengan:

  1. Riset Evaluasi Program
    Digunakan untuk membuat keputusan tentang efektivitas suatu program.
  2. Riset Aksi
    Digunakan untuk memecahkan permasalahan di kelas atau sekolah, memperbaiki strategi pengajaran, dan membuat keputusan.
  3. Guru-sebagai-Periset
    Artinya para guru dapat melakukan studi sendiri untuk meningkatkan praktik mengajar mereka.

– – – – – – – – – –

Ada beberapa tantangan dalam melakukan riset (salah satunya: cara mendapatkan pengetahuan tersebut):

  1. Etika, para periset wajib melindungi partisipan dari bahaya mental dan fisik
  2. Gender, pakar gender percaya bahwa pendidikan dan riset mengandung bias gender
  3. Etnis dan Kultur
  4. Menjadi Konsumen Informasi yang Bijak tentang Psikologi Pendidikan, cara mengevaluasi informasi:
    • Berhati-hati terhadap apa yang dilaporkan di media populer
    • Ketahui cara menghindari pembuatan kesimpulan tentang kebutuhan individu berdasarkan riset kelompok
    • Kenali betapa gampangnya membuat generalisasi yang berlebihan untuk sampel yang kecil atau sampel klinis
    • Berhati-hatilah karena satu studi tunggal tidak menghasilkan kesimpulan final
    • Ingat bahwa kesimpulan sebab akibat tak bisa diambil dari studi korelasional
    • Selalu perhatikan sumber informasi dan evaluasi kredibilitasnya

Referensi : Santrock, John W.(2007).Psikologi Pendidikan Edisi Kedua.Jakarta:Prenada Media Group

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s