Belajar Jarak Jauh (Distance Learning) Efektif Tidak?

Belajar jarak jauh (distance learning) adalah bentuk pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan modul yang tercetak yang digunakan untuk korespondensi dan pembelajaran berbasis, seperti televisi, radio, dan komputer, serta internetnya.

Adapun prinsip belajar jarak jauh, yaitu:
1. Tujuan yang jelas
2. Relevan dengan kebutuhan
3. Mutu pendidikan
4. Efisiensi dan efektivitas program -> menghemat waktu, tenaga, biaya, sumber.
5. Efektivitas -> efektifnya program yang digunakan.
6. Pemerataan -> kesempatan belajar harus rata di setiap tempat.
7. Kemandirian
8. Keterpaduan -> terpadu dalam berbagai aspek
9. Kesinambungan -> harus berlanjut dan terus menerus.

Kelebihannya:
1. Menjangkau target yang telah ditentukan
2. Memberikan kesempatan yang luas dalam rangka pelayanan terhadap perbedaan individual peserta didik.
3. Tidak membutuhkan ruangan kelas khusus dan semua jenis perlengkapannya.
4. Tidak memerlukan guru khusus yang bertugas mengajar secara berkesinambungan.
5. Bahan belajar sudah disiapkan dalam bentuk modul yang disiapkan oleh pengelola.
6. Memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk belajar mandiri secara aktif.
7. Lebih efisien dan ekonomis.
8. Pengembangan kurikulum didasarkan pada kebutuhan lapangan.

Kelemahan:
1. Persiapan dan perencanaan program lengkap dengan semua perangkatnya memerlukan waktu dan pembiayaan yang cukup banyak serta mendayagunakan tenaga ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.
2. Menuntut para peserta didik belajar mandiri, sehingga memerlukan motivasi belajar yang tinggi.
3. Peserta didik tidak dapat berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan pengajar.
4. Modul disusun secara terpusat sehingga besar kemungkinan bahan yang disajikan kurang relevan dengan kebutuhan peserta didik setempat atau kepentingan peserta didik.

Menurut saya sendiri, distance learning terlihat efektif dilihat di satu sisi dan tidak efektif dilihat di sisi lain. Peserta didik dapat belajar bersama pembimbing di mana saja, baik di rumah, warnet, dan lain-lain, sehingga menghemat uang transport, waktu, dan sebagainya. Namun, jika peserta didik tidak mempunyai alat teknologi (misalnya laptop, komputer) ataupun tidak ada warnet di sekitar rumahnya, ini akan membuat peserta didik menjadi tidak dapat mengikuti pembelajaran tersebut. Jadi, distance learning mempunyai kelebihan dan kelemahannya sendiri. Tidak ada program pembelajaran yang paling sempurna.

Referensi : Munir. (2008). Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s