Apakah Ada Pengaruh Biologis dan Lingkungan Terhadap Perkembangan Bahasa Anak?

Manusia cenderung untuk mempelajari suatu bahasa pada waktu tertentu dan dengan cara tertentu. Manusia mempelajarinya dengan cara yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui kerangka lingkungan saja. Misalnya, ada peneliti yang meneliti, menemukan orang tua yang mengajarkan anaknya berbicara sesuai kaidah tata bahasa (gramatikal), ada yang tidak. Terkadang, anak menemukan orang tuanya memberi pujian dan senyuman bila anak berbicara gramatikal, tetapi anak terkadang ingin berbicara tidak gramatikal. Disimpulkan, proses pembelajaran dalam diri anak lebih besar pengaruhnya daripada dari lingkungan.

Di sisi lain, lingkungan berperan dalam perkembangan bahasa, terutama dalam penguasaan kosakata. Misalnya, anak berusia tiga tahn yang tinggal dalam keluarga miskin cenderung memiliki kekurangan kosakata dibandingkan dengan anak dari keluarga menengah ke atas, dan terus tampak hingga berusia 6 tahun (masuk sekolah).

Intinya, faktor biologis dan lingkungan sangat berpengaruh dalam perkembangan bahasa anak. Dua-duanya memiliki peran penting. Kunci utamanya adalah mendorong anak untuk mengembangkan bahasa yang dipelajarinya. Anak akan lebih cerdas berbahasa jika orang tua dan guru aktif melibatkan anak-anak dalam percakapan, memberi pertanyaan, dan memberi bahasa interaktif.

Referensi : Santrock., J.W. (2010). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s