Ujian Akhir Semester TA 2011/2012 Semester Genap

UAS

6 responses

  1. 1. Coba baca buku referensi halaman 103 paragraf 2. Ada pernyataan bahwa ‘kekuatan paedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis dilihat dari prima konsep teoritis’. Silahkan beri argumentasi anda tentang hal di atas berkaitan dengan fenomena micro teacning yang anda lakukan.

    June 18, 2012 at 8:20 am

    • Menurut saya, konsep pedagogi (seni dan ilmu mengajar) yang kita dapatkan, akan diterapkan dalam proses pengaplikasian (dalam hal micro teaching kelompok kami : mengajari B. Inggris). Pedagogi ilmiah kita dapatkan melalui pengalaman dan penelitian. Pedagogi ilmiah ini merupakan upaya mengembangkan pedagogi praktis, sehingga memiliki arti bahwa dalam proses mengajar, kita harus memiliki dasar terlebih dahulu. Dasar ini kemudian dikembangkan, sehingga dalam proses mengajar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti bosan, capek, dan sebagainya hanya karena tidak ada dasar dan tidak ada pengembangan dasar.

      Contoh : Pada proses microteaching, mengajar B.Inggris tanpa mengetahui teori yang mau diajarkan. Hal ini akan menyebabkan tidak terjadinya proses belajar mengajar.

      Referensi : Danim, Sudarman. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta

      June 18, 2012 at 8:44 am

  2. 2. Coba jelaskan teori apa yang digunakan dalam mengajar b. Inggris saat micro teaching, sehingga paedagogi ilmiahnya dapat dijelaskan lebih tegas, kemudian menjadi praktis seperti apa?

    June 19, 2012 at 6:33 am

    • Pada proses micro teaching, kita mengajarkan “kosa kata pekerjaan” yang istilah bahasa inggrisya “vocabulary”. Jika vocabulary diajarkan hanya dengan memberikan bahasa Inggrisnya (Contoh: writer) dan bahasa Indonesianya (Contoh: penulis), kemudian meminta peserta didik untuk menghapal dan menyebut ulang, pelajaran ini akan terasa membosankan.

      Dengan adanya pedagogi ilmiah (melakukan penelitian/observasi serta berdasarkan pengalaman pernah mengkuti kursus dan mengajar), kita dapat dan harus mengembangkan pedagogi praktis. Dalam hal proses micro teaching, kami mengembangkan cara mengajar kami. Kami memberikan cara menulis kosa katanya dengan mengeja satu demi satu (w-r-i-t-e-r), lalu memberikan arti dalam bahasa Indonesia. Setelah memberi materi, kita meminta peserta didik untuk melakukan percakapan singkat mengenai apa yang telah dipelajari (Contoh: “I’m a doctor.”). Setelah itu, kami pun memberi kuis kecil-kecilan dan memberi reward bagi yang menjawab dengan baik dan benar (Hal ini untuk memotivasi serta mengingatkan kembali pelajaran yang telah diajarkan).

      Dengan melakukan pengembangan pedagogi praktis, apapun yang telah diajarkan akan lebih mudah diingat serta menarik dan tidak membosankan.

      June 19, 2012 at 8:38 am

  3. 3. Sehubungan dengan jawaban pada soal nomor dua, coba anda jelaskan peran dari “guru memiliki tugas tambahan untuk mendorong, memfasilitasi dan merangsang munculnya proses, membantu meyakinkan bahwa hal itu berkembang dalam arah yang menarik dan produktif bagi siswa (halaman 121). Apakah hal tersebut terjadi pada anda saat menjalankan micro teaching? coba jelaskan.

    June 20, 2012 at 7:51 pm

    • Maksud dari pernyataan tersebut adalah guru memiliki banyak tugas. Selain mengajar dan memahami kondisi kelas, guru juga harus terampil dalam menciptakan lingkungan yang produktif serta memunculkan interaksi semua peserta. Dalam hal ini, guru harus mampu:
      -Mendorong siswa untuk berkembang dalam arah yang menarik dan menjadi produktif: Hal ini ada kami lakukan, dimana peserta didik pertama kali masih malu-malu ketika kami bertanya. Kami sebagai pengajar terus menerus memberikan dorongan untuk menjawab pertanyaan yang kami tanyakan (berkembang dalam arah yang menarik). Peserta didik pun akhirnya ada yang mau menjawab (produktif), sehingga kami memberikan reward sebagai hadiah untuk peserta didik yang mau menjadi produktif.
      -Memfasilitasi siswa untuk berkembang dalam arah yang menarik dan menjadi produktif: Hal ini ada kami lakukan, dimana kami sebagai pengajar ada bertanya dan ada memberi peserta didik kesempatan untuk menjawab, ada memberi peserta didik kesempatan untuk melakukan “conversation” sehingga peserta didik bisa menjadi produktif.
      -Merangsang munculnya proses berkembang dan produktif: Hal ini ada kami lakukan, dimana kami memberikan reward bagi peserta didik yang mau menjawab pertanyaan dan melakukan conversation. Menurut teori belajar, pemberian reward akan membuat individu (dalam hal micro teaching : peserta didik) untuk selalu memunculkan perilaku yang diinginkan. Sehingga, jika hal ini sering dilakukan, akan mengarahkan perkembangan peserta didik yang baik, menarik, dan produktif.
      -Meyakinkan siswa untuk berkembang dalam arah yang menarik dan menjadi produktif: Hal ini tidak kami lakukan, karena kami hanya memberi reward pada peserta didik yang menjawab pertanyaan. Kami tidak meyakinkan bahwa belajar bahasa Inggris itu baik, kami tidak meyakinkan bahwa belajar bahasa Inggris itu menarik.
      Jadi, berdasarkan pernyataan di atas, saya merasa bahwa hampir semua tugas sebagai pengajar kami lakukan dalam proses micro teaching kemarin, walaupun masih ada hal yang tidak kami lakukan (meyakinkan siswa untuk berkembang dalam arah yang menarik dan menjadi produktif).

      Referensi : Danim, Sudarman. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta

      June 21, 2012 at 12:39 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s